Apakah Susu Baik Dikonsumsi saat Sarapan?

Hayooo, siapa yang suka minum susu pagi hari? Selain rasanya yang lezat dan kaya akan zat gizi, susu juga banyak diminum beberapa kalangan. Lantas, apakah susu baik dikonsumsi saat sarapan? Yuk, simak tulisan di bawah ini!

Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 dengan idealnya 15-30% dari kebutuhan energi. Sarapan yang baik ialah dengan zat gizi lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. (1)

Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017, ternyata susu memiliki kandungan zat gizi cukup lengkap yang dapat memenuhi kebutuhan gizi di pagi hari yaitu : (2)

Kandungan Gizi Susu Sapi, segar
 (1 gelas = 200
ml)
% AKG *Persen AKG berdasar kebutuhan energi
 2125 kkal
Energi122 kkal6%
Protein6.4 gram9%
Lemak7 gram10%
Karbohidrat8.6 gram3%
Kalsium286 mg24%
Fosfor120 mg10%
Zat Besi3.4 mg13%
Kalium298 mg6.3%

Menurut Ahli Gizi sekaligus anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi PERSAGI Dr. Marudut, MPS, susu penting untuk berbagai golongan usia. “Pada masa kanak – kanak, susu dapat memasok energi untuk aktivitas sehari – hari serta protein dan kalsium untuk pertumbuhan yang optimal,” kata Marudut

Kemudian untuk usia remaja, susu berperan penting sebagai “peningkat” mineral kalsium untuk tulang. “Mengonsumsi susu rutin berperan sebagai investasi kalsium untuk jaringan tulang yang sehat pada usia lanjut serta mencegah osteoporosis”, katanya.

Pada tahap dewasa, mengonsumsi susu juga diperlukan, karna kalsium pada susu berperan terhadap pemeliharaan massa tulang, kalsium juga mendukung fungsi tubuh lainnya, seperti pembekuan darah yang tepat dan fungsi normal otot dan syaraf.

Susu juga menjadi alternative pemenuhan gizi bagi kaum lansia, “Terutama untuk lansia yang sulit mengunyah makanan, sehingga susu menjadi pilihan pangan bergizi bagi mereka,” ujar Marudut (3)

Selain itu, terdapat penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dairy Science yang menyebutkan bahwa minum susu saat sarapan bisa mengontrol kadar glukosa darah sepanjang hari. Akan tetapi, susu yang dianjurkan ialah susu tinggi protein dan yang tidak diberi tambahan gula sama sekali.  Ketua Peneliti Douglas Goff, menyebutkan “Pentingnya susu pada waktu sarapan untuk memperlambat pencernaan karbohidrat dan menurunkan kadar gula darah. (4)

Oleh karna itu, susu baik dikonsumsi saat sarapan, sertakan juga pangan lainnya seperti nasi, lauk nabati, lauk hewani, sayur & buah sesuai kebutuhan untuk memenuhi gizi seimbang. Karena Sehat Berawal Dari Makan Baik!

Referensi

1. Kemenkes RI, Direktorat Bina Gizi. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta. 2014.

2. Kemenkes RI, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta. 2017.

3. Tempo.com. Ahli Gizi Beberkan Kebutuhan Minum Susu Sesuai Usia. [Internet].  2017. https://www.google.co.id/amp/s/gaya.tempo.co/amp/882623/ahli-gizi-beberkan-kebutuhan-minum-susu-sesuai-usia

4. H.D.Goff. Effect of milk protein intake and casein to whey ratio in breakfast meals on postprandial glucose, satiety ratings, and subsequent meal intake. Journal of Dairy Science. 2018.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>