Migrasi Aluminium dari Foil saat Pemanggangan Makanan.

Hai Sobat Makan Baik! Kali ini Tim Makan baik akan membahas makanan yang dikemas dengan aluminium foil. Pasti sudah tidak asing lagi aluminium foil dijadikan sebagai pembungkus aneka makanan karena dapat menghalangi oksigen, cahaya, bau, kuman, dan kelembapan (panas dan dingin). Dari keunggulan itu memungkinkan makanan yang dikemas menjadi lebih tahan lama. Kali ini kita akan mengulas tentang aneka makanan yang dibungkus dengan aluminium foil. Yuk simak tulisan dibawah!

Aluminium merupakan logam yang ringan, kuat, tahan karat, murah, mudah dibentuk, dan gampang dibersihkan. Aluminium foil adalah lapisan dari “alloy” (logam campuran) yang mengandung 99.4 % aluminium. Aluminium foil dibuat menjadi berbagai bentuk tergantung penggunaan atau hasil akhirnya. Aluminium foil biasanya digunakan sebagai pembungkus makanan, seperti daging merah (sapi, kambing, dll), daging unggas (ayam, bebek, dll) dan ikan fillet. Biasanya aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan ini untuk dipanggang atau dibakar maupun di simpan dalam kulkas.

Tujuan lain daging merah, daging unggas dan ikan dibungkus dalam aluminium foil agar pada saat dibakar atau dipanggang daging tidak terkena langsung dengan asap bakaran dan daging tidak menyentuh langsung bara api. Selain itu, agar aluminium foil aman untuk mengemas makanan yang dipanggang atau dibakar. Namun, kita harus menghindari memberi bumbu dengan jeruk, tomat atau cuka karena berpotensi melarutkan lapisan aluminium. Aluminium yang terbawa pada makanan juga dapat bertambah tergantung dari suhu memasak, memasak pada suhu tinggi memungkinkan aluminium dari foil melekat ataupun  terserap ke dalam makanan.

      Menurut penelitian menunjukkan bahwa memanggang menggunakan aluminium foil meningkatkan kandungan aluminium daging merah maupun unggas . Kandungan aluminium dapat meningkat berkisar dari:
Daging Merah
·       11,19 – 16,39 mg/kg daging merah mentah
Meningkat menjadi
·       24,03 – 53,48 mg/kg daging merah yang dimasak
Daging Unggas
·       16,45 – 23,58 mg/kg daging unggas mentah
Meningkat menjadi
·       28,91 – 60,21 mg/kg daging unggas yang dimasak
Ikan Fillet
·       Kandungan aluminiumnya dapat meningkat dengan berkisar antara 2 hingga 68 %.

Dapat disimpulkan bahwa, selama persiapan makanan yang dibungkus dengan aluminium foil beberapa aluminium berpindah dari foil ke dalam makanan. Kemungkinan perpindahan aluminium tergantung pada beberapa faktor:

1. Komposisi kimia dari bahan makanan mentah dan bahan lainnya.

2. Kondisi persiapan: lamanya suhu pemanasan.

3.  Nilai Ph dari makanan atau piring; dan.

4. Adanya zat lain (seperti asam organik dan garam), karena pengelompokkan reaksi menghasilkan membuat aluminium terlarut dan terbawa bersama makanan.

Tubuh manusia mampu mengatasi aluminium yang masuk dalam jumlah tertentu, lalu mengeluarkannya secara efektif. Mengenai kondisi ini, Komite ahli FAO/WHO pada aditif makanan (FAO/WHO, 1994), menyatakan bahwa tidak ada risiko nyata bagi kesehatan konsumen. 

Namun, apabila konsumen mengonsumsi berlebihan makanan yang dikemas dengan aluminium foil itu dapat membawa risiko kesehatan. Menurut Ghada Bassioni, seorang profesor dan kepala divisi kimia di Ain Shams University, bagaimana aluminium dapat membahayakan kesehatan Anda tergantung dari banyak faktor, seperti kesehatan Anda secara keseluruhan dan seberapa mampu tubuh Anda dalam menangani penumpukan aluminium dalam tubuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas maksimal aluminium yang aman diserap tubuh dalam sehari adalah 40 miligram per kilogram berat badan. Dengan kata lain seseorang dengan bobot 60 kilogram dapat mentoleransi kandungan aluminium hingga 2.400 miligram per hari.  

Berikut tips yang perlu diperhatikan dalam pemakaian aluminium foil pada makanan agar tetap aman:

       ·      Membungkus makanan dalam suhu tinggi sebaiknya dihindari
     karena suhu yang panas akan membuat kandungan di dalam foil masuk ke       dalam makanan
·      Hindari membungkus makanan dengan zat asam karena bila terkena zat         asam foil akan berinteraksi secara kimia. Hal ini akan membuat makanan         jadi lembap dan bakteri bisa masuk ke dalam makanan. 
·      Hindari pula suhu tinggi pada memasak memasak pada suhu tinggi                   memungkinkan aluminium dari aluminium foil masuk ke dalam makanan

     Aman atau tidaknya aluminium foil sebagai kemasan tergantung bagaimana kita menggunakannya, aturan penggunaan perlu diperhatikan agar makanan tetap aman. 

Referensi:

 1.     Hellosehat.com. Menggunakan Aluminium Foil untuk Memasak, Apakah aman? [Internet]. 2017. https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/menggunakan-aluminium-foil-untuk-memasak/amp/
2.     Ranau, R., Oehlenschläger, J., & Steinhart, H. (2001). Aluminium levels of fish fillets baked and grilled in aluminium foil. Food Chemistry73(1), 1-6.
3.     alumininiumfoil.co.id.Fungsi Aluminium Foil pada Makanan. [Internet]. 2017. https://aluminiumfoil.co.id/fungsi-aluminium-foil-pada-makanan/.
4.     Kompas.com. Amankah Alumunium Foil untuk Makanan? [Internet].2016. https://amp.kompas.com/health/read/2016/05/25/124500923/Amankah.Alumunium.Foil.untuk.Makanan.
5.     Tempo.co. Ada Partikel Berbahaya Saat Memasak Pakai Aluminium Foil. [Internet]. 2016. https://cantik.tempo.co/read/777891/ada-partikel-berbahaya-saat-memasak-pakai-aluminium-foil
6.     Bratakos, S. M., Lazou, A. E., Bratakos, M. S., & Lazos, E. S. (2012). Aluminium in food and daily dietary intake estimate in Greece. Food Additives and Contaminants: Part B5(1), 33-44.

Written by : Camelia N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

Instagram