Waktu Makan yang Baik untuk Tubuh

Hai Sobat Makan Baik, tahukah kamu bahwa waktu makan memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh? Lantas, bagaimana waktu makan yang baik supaya kesehatan kita tetap terjaga dan terhindar dari risiko penyakit? Yuk, kita simak tulisan berikut!

            Pada umumnya, manusia memiliki waktu makan yaitu tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan. Namun, pembedanya ialah waktu makan masing – masing orang tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kebiasaan waktu makan dan juga adanya kondisi kesehatan yang berbeda – beda. Mari kita ulas satu persatu :

  • Sarapan

Merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi hingga pukul 09.00 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian 15- 30% kebutuhan gizi. Sarapan dapat mempertahankan aktivitas intelektual terutama kondisi di pagi hari. Seseorang yang melewatkan sarapan dikaitkan dengan tingkat penurunan perhatian, kelelahan, sakit kepala, dan mengantuk. Bagi orang yang tidak biasa makan kudapan pagi dan kudapan siang, porsi makanan saat sarapan sekitar sepertiga dari total makanan sehari. Bagi orang yang biasa makan kudapan pagi dan makanan kudapan siang, jumlah porsi makanan sarapan sebaiknya seperempat dari makanan harian.1

  • Makan Siang

Makan siang berfungsi untuk mengisi kembali energi yang sudah terpakai saat beraktifitas di pagi hari. Waktu makan siang sebaiknya ialah dari pukul 12.00 – 14.00 dengan idealnya 30 – 35% kebutuhan gizi. Saat makan siang, perhatikan menu makanan. Batasi konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi atau karbohidrat sederhana. Selain itu, jaga porsi makan agar tidak berlebihan. Mengonsumsi makan siang yang berlebih akan membuat perut terasa kenyang dan menyebabkan tubuh mengantuk. Kemudian, pastikan minum air putih yang cukup untuk dapat menghidrasi tubuh sehingga terhindar dari kelelahan, suliit berkonsentrasi dan rasa kantuk.2

  • Makan Malam

Waktu makan malam yang sebaiknya diterapkan yakni antara pukul 17.00 – 19.00. Hal ini untuk memberikan waktu lebih banyak bagi tubuh untuk dapat menyerap dan memetabolisme makanan. Hindari mengonsumsi makanan terlalu larut malam karena makanan tersebut akan disimpan tubuh sebagai lemak. Oleh karena itu, konsumsilah makanan dengan menu seimbang dan porsi yang cukup dan idealnya dapat memenuhi 20 – 25% kebutuhan zat gizi.3 Namun, apabila kondisi mendesak dan sulit menahan lapar di malam hari, minumlah air putih dan pilihlah makanan rendah kalori (tidak lebih dari 100 kalori seperti oat dicampur dengan susu low fat atau yoghurt tanpa gula.4 Bagi seseorang yang mengalami NES (Night Eating Syndrome) dapat mengatur siklus bangun tidur dan pola jadwal makan secara teratur. 5

Referensi :

  1. Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Gizi
  2. Septiani, Ayunda. 2019. 6 Tips Mencegah Ngantuk Sehabis Makan Siang. Diakses dari http://health.detik.com
  3. Detik.com. 2013. Benarkah Tidak Makan Malam Bisa Bikin Tubuh Ramping?. Diakses dari http://wolipop.detik.com
  4. Rachmanta, dr. Resthie. 2017. Kapan Jam Terakhir Boleh Makan Malam? Diakses dari http://m.klikdokter.com
  5. Ardya, Deandra. 2020. Gemar Makan Saat Larut Malam? Waspadai Sindrom Ini! Diakses dari http://linisehat.com